Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan program berkebun kangkung dan pokcoy sebagai upaya pembinaan kemandirian narapidana di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Banyumas. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya pembinaan kemandirian narapidana guna mempersiapkan keterampilan produktif pasca masa pidana. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan program berkebun memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter dan keterampilan narapidana. Meski demikian, pelaksanaan program menghadapi kendala seperti keterbatasan lahan, fasilitas, pelatihan, serta birokrasi yang belum terstruktur. Rancangan lanjutan berupa program hidroponik “HIDROPENA” diusulkan sebagai solusi inovatif untuk peningkatan produktivitas dan keberlanjutan program. Rekomendasi diberikan kepada pengelola Rutan untuk memperkuat sumber daya, dokumentasi, pelatihan, dan kemitraan eksternal agar pembinaan kemandirian narapidana dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025