Kontrasepsi suntik merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka pendek yang populer digunakan dan penyumbang kejadian drop out terbesar kedua di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor perilaku wanita usia subur dalam memilih kontrasepsi suntik. Desain penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan metode survei pada 40 akseptor KB suntik di TPMB Indi Kabupaten Malang (Januari-Mei 2024) dengan teknik konsekutif sampling sebesar 40 responden. Analisis dilakukan secara univariat melalui tabel distribusi frekuensi. Hasil menunjukkan sebagian besar responden tidak memiliki budaya patriarki dalam keluarga (70%), hampir seluruh peran bidan dengan kategori baik (93%), serta dukungan dari ibu/mertua (95%) dan teman sebaya (92,5%) dalam memilih kontrasepsi suntik. Dukungan tersebut memberikan pengaruh emosional, persetujuan, serta rasa percaya diri bagi akseptor. Mengingat tingginya tingkat penerimaan dan penggunaan di masyarakat, tenaga kesehatan dapat memperkuat edukasi, memastikan ketersediaan kondom, serta meningkatkan pemantauan penggunaan suntik agar mengurangi tingkat drop out .
Copyrights © 2025