Musawa : Jurnal Studi Gender dan Islam
Vol. 24 No. 1 (2025):

Social Raw And Women Bodies Identities In Post-Contemporary Transhumanism

Nurani, Shinta (Unknown)



Article Info

Publish Date
05 May 2025

Abstract

Abstrak  Artikel ini membahas isu tubuh perempuan dalam pergeseran nalar humanisme pada nalar transhumanisme post-kontemporer yang berkaitan fatwa dalam interpretasi identitas gender. Salah satu akar ketidakadilan terhadap perempuan dalam tafsir klasik berasal dari stereotip yang cenderung merendahkan perempuan. Tulisan ini menggunakan cara kualitatif fenomenologis dengan epistemologi sosial-kritis-transformatif. Teknik pengumpulan data ini  mendokumentasikan data dengan analisis isi. Paper ini menyajikan kritik terhadap tubuh perempuan dalam nalar Transhumanisme Post-Kontemporer, yang terbuka pada habit of mind dan absen terhadap sami'na wa atha'na tanpa proses berpikir, berargumen, dan perenungan. Kritik kedua mengekspolasi Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017 tentang Peraturan dan Pedoman Muamalah Melalui Media Sosial dalam pembatasan hukum haram dalam postingan konten yang bersifat pribadi ke publik. Hal ini mensikapi kontroversi pose pada aurat tubuh dengan kontekstualisasi interpretasi untuk menjaga fitrah manusia dari pandangan fitnah dan nafsu. Perdebatan terakhir menjelaskan tubuh sebagai subjek yang harus dihargai sebagai anugerah dalam pemanfaatan aktualisasi diri sebagai makhluk biologis, spiritual, dan intelektual. Kata Kunci: Media Baru, Tubuh Perempuan, Fatwa, Identitas Gender, Transhumanisme Post-Kontemporer [This paper discusses gender issues about the female body in the humanist problem towards post-contemporary transhumanism with an exegesis fatwa on gender identity interpretation. One of the roots of injustice against women in the classical interpretation stems from stereotypes that tend to demean women. This Article is a phenomenological qualitative study with social-critical-transformative with epistemology role. The data collection technique uses a documentation study under content Social raw analysis. This paper talks about women's bodies in Post-Contemporary Transhumanism with a habit of mind and delay of sami'na wa atha'na with spontaneity reaction. The second critic sees MUI’s Fatwa Number 24 of 2017 concerning Law and Guidelines for Muamalah through social media under Islamic law as haram, announced under private content in Social Raw. It responds to the debate of women's social media posts on Aurat (private women's bodies) with the contextualization of interpretation to protect human nature from slander and lust. The last critic put the body as a subject for appreciative self-actualisation act in biological being, spiritual being, and intellectual being.Keywords: Social Media, Women's Body, Fatwa, Gender Identity, Post-Contemporary Transhumanism.]

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

MUSAWA

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Education Social Sciences

Description

Musãwa Journal of Gender and Islamic Studies was first published in March 2002 by PSW (Pusat Studi Wanita) Sunan Kalijaga Yogyakarta under contribution with the Royal Danish Embassy Jakarta. In 2008, published twice a year in collaboration with TAF (The Asia Foundation), namely January and July. ...