Musawa : Jurnal Studi Gender dan Islam
Vol. 24 No. 1 (2025):

Superstition Mitigation Of Pregnant Women In Malay Riau

Erni (Unknown)
Ulya, Ridha Hasnul (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Mar 2025

Abstract

Abstrak Tulisan ini membahas klasifikasi makna dan tipologi fungsi dalam superstisi yang berkaitan dengan kelahiran, masa bayi, dan masa kanak-kanak di kalangan masyarakat Melayu Muslim di Riau. Paper ini mengidentifikasi makna denotatif dan konotatif yang terkandung dalam kepercayaan-kepercayaan tradisional tersebut, sekaligus menyoroti peran dalam bimbingan perilaku serta pelestarian nilai-nilai budaya. Makna denotatif memberikan informasi faktual, terutama terkait kesehatan ibu dan anak, sementara makna konotatif membawa unsur emosional, moral, dan spiritual. Tipologi fungsi dalam superstisi bertujuan memperkuat keyakinan religius, merefleksikan harapan kolektif, mendidik anak-anak, menjelaskan fenomena alam, dan memberikan hiburan pada masa-masa sulit. Superstisi tidak hanya merupakan warisan budaya, tetapi juga mekanisme informal untuk pengendalian sosial dan pendidikan. Artikel ini menekankan hal penting memahami kepercayaan lokal dalam rancangan intervensi kesehatan yang sensitif terhadap budaya. Dengan mempertemukan pengetahuan tradisional dan praktik modern, tulisan ini turut memberikan kontribusi pada wacana tentang folklore, pelestarian budaya, dan pelayanan kesehatan berbasis komunitas dalam konteks masyarakat Melayu kontemporer. Kata kunci: Taksonomi Makna, Tipologi Fungsi, Superstisi [This study examines the taxonomy of meaning and typology of functions in superstitions under to birth, infancy, and childhood within the Malay Muslim in Riau. The paper talks denotative and connotative meanings in superstitious faith, while sees under education of kindness act and Tradition cultur saving. Denotative meanings provide factual advice, particularly concerning maternal and child health, while connotative meanings carry emotional, moral, and significance spiritual act. The typology of functions reveals that superstitions is reinforcing religious emotions, projecting societal desires, educating children, explaining natural phenomena, and offering comfort during crises. These faith functions are not only as intangible treasure cultural but also as informal edification process of social control and education. The article sees the importance of understanding local faith in culturally sensitive under early health interventions. With the traditional knowledge and modern practices, this study talks to telling folklore, to saving cultural heritage, and to serving community-based healthcare in Malay society. Keyword: Taxonomic Of Meaning, Typology Of Functions, Superstition

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

MUSAWA

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Education Social Sciences

Description

Musãwa Journal of Gender and Islamic Studies was first published in March 2002 by PSW (Pusat Studi Wanita) Sunan Kalijaga Yogyakarta under contribution with the Royal Danish Embassy Jakarta. In 2008, published twice a year in collaboration with TAF (The Asia Foundation), namely January and July. ...