Indonesia sebagai negara rawan bencana memerlukan solusi praktis untuk penyediaan air bersih siap minum dalam kondisi darurat. Penelitian ini mengembangkan unit ultrafiltrasi portable yang menggabungkan pre-filter zeolit dan membran UF PVDF berukuran pori 0,01-1 nm, dirancang untuk beroperasi tanpa ketergantungan listrik. Melalui pendekatan eksperimental yang mencakup desain, fabrikasi, dan pengujian kinerja, alat ini terbukti mampu menyaring air dengan efektivitas tinggi. Hasil pengujian menunjukkan penurunan kekeruhan dari 58,6 NTU menjadi 0,128-0,146 NTU, penghilangan sempurna bakteri E. coli dan Total Coliform, serta reduksi kadar besi dan mangan hingga memenuhi standar Permenkes No. 2 Tahun 2023. Sistem ini menghasilkan debit filtrasi sebesar 20-30 liter per jam, cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar air bersih siap minum dalam situasi darurat. Keunggulan utama alat ini terletak pada portabilitasnya yang didukung konstruksi rangka besi, kemandirian energinya, serta kemudahan operasional. Tantangan teknis berupa fouling membran dapat diatasi melalui kombinasi pretreatment zeolit dan protokol pembersihan rutin. Temuan ini tidak hanya menawarkan solusi segera untuk penanganan bencana, tetapi juga membuka peluang pengembangan lebih lanjut berupa integrasi dengan sistem energi terbarukan dan program pelatihan operator. Dengan demikian, unit ultrafiltrasi portable ini berpotensi menjadi salah satu pilihan teknologi tepat guna untuk menyediakan air bersih siap minum di daerah rawan bencana di Indonesia.
Copyrights © 2025