Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi dan mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru Matematika di Banyuwangi dalam mengimplementasikan model pembelajaran berbasis Pemecahan Masalah (Problem Solving PS) pada materi Aljabar, sesuai tuntutan kurikulum terbaru. Pembelajaran PS penting untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus ganda ini melibatkan lima guru Matematika dari tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Banyuwangi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas guru memiliki persepsi positif terhadap PS, menganggapnya efektif meningkatkan penalaran siswa. Namun, implementasi menghadapi kendala signifikan: (1) Keterbatasan Waktu alokasi kurikulum yang padat; (2) Kesulitan Desain Soal Kontekstual yang relevan dengan konteks Banyuwangi; dan (3) Resistensi Siswa yang terbiasa dengan metode drill dan merasa frustrasi dengan soal terbuka (non-rutin). Adaptasi yang dilakukan guru sering kali berupa modifikasi model PS menjadi Problem Posing sederhana atau mengurangi langkah refleksi (Pólya’s steps). Studi ini merekomendasikan perlunya lokakarya desain masalah autentik dan pengembangan modul Aljabar berbasis PS yang kontekstual.
Copyrights © 2025