Kebiasaan membaca diyakini berperan penting dalam pembentukan kemampuan berpikir kritis mahasiswa, terutama pada program studi keguruan seperti PGSD yang menuntut calon guru memiliki literasi yang kuat dan penalaran tingkat tinggi. Sejumlah studi terkini bahwa kebiasaan/budaya membaca berkorelasi positif dengan capaian akademik dan indikator keterampilan tingkat tinggi, serta bahwa literasi termasuk literasi membaca dan digital berhubungan erat dengan penguatan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kebiasaan membaca terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa PGSD. Metode yang digunakan adalah kuantittatif eksplanantori dengan partisipasi mahasiswa PGSD yang dipilih secara proportionate stratified random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner kebiasaan membaca (skala likert) dan tes kemampuan berpikir kritis berbasis indikator analisis, inferensi, evaluasi, serta penjelasan. Data analisis menggunakan regresi linear sederhana untuk menguji pengaruh variabel kebiasaan membaca terhadap kemampuan berpikir kritis. Temuan ini diharapkan berimplikasi pada pentingnya penguatan budaya membaca terstruktur di lingkungan PGSD sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas berpikir kritis calon guru sekolah dasar.
Copyrights © 2025