Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Riau terhadap penggunaan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) melalui teknik wawancara mendalam. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa masih banyak mahasiswa yang melakukan kesalahan dalam penerapan kaidah ejaan, terutama dalam penggunaan tanda baca, huruf kapital, dan penulisan kata serapan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan wawancara mendalam terhadap beberapa mahasiswa PGSD sebagai responden. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dan dianalisis dengan teknik reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap pentingnya EYD sebagai pedoman dalam menulis karya ilmiah dan berkomunikasi secara tertulis. Mereka memahami fungsi EYD untuk menjaga kejelasan dan keteraturan bahasa, meskipun penguasaan terhadap aturan ejaan masih bervariasi. Kendala utama yang ditemukan meliputi pengaruh bahasa gaul, kurangnya pembiasaan menulis sesuai kaidah, serta ketergantungan terhadap fitur auto-correct. Mahasiswa juga menilai bahwa pembelajaran EYD perlu dikemas secara kreatif agar lebih menarik dan aplikatif, misalnya melalui kegiatan menulis, permainan bahasa, atau proyek berbasis literasi. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan strategi pembelajaran bahasa Indonesia di perguruan tinggi untuk memperkuat kemampuan berbahasa baku calon guru sekolah dasar