Sektor hortikultura berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Permintaan terhadap sayuran sehat seperti selada romaine semakin meningkat karena kandungan gizinya yang tinggi. Kelompok Tani Budi Rahayu di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, menjadi salah satu penghasil selada romaine yang dikelola secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas on farm dan pascapanen selada romaine serta menggambarkan aliran barang, informasi, dan uang dalam rantai pasoknya. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses budidaya dilakukan secara sistematis, mulai dari pengolahan lahan hingga panen. Sementara itu, pascapanen mencakup sortasi, grading , pengemasan, dan distribusi. Tiga aliran utama dalam rantai pasok berjalan secara terintegrasi dan dua arah. Aliran barang bergerak dari input hingga produk akhir ke pasar, aliran informasi untuk menyelaraskan produksi dan permintaan, sedangkan aliran uang bergerak dari hasil penjualan petani dan penyedia input. Keterpaduan ini mendukung efisiensi dan kehausan produksi. Disarankan agar kelompok tani terus meningkatkan efisiensi produksi melalui pemanfaatan teknologi sederhana serta memperkuat branding produk untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing di pasar.
Copyrights © 2025