Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) adalah kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia. UMKM juga dapat berfungsi sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi peningkatan branding produk pempek dan mengidentifikasi fakto-faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan pembelian produk pempek ikan di Desa Gumawang, Kecamatan Belitang, OKU Timur. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survey. Analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT (Strenghts, Weaknesses, Opportunities, Dan Threats) untuk melihat kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Dan model analisis regresi logistik. Hasil penelitian analisis SWOT bahwa hasil IFAS menunjukan kekuatan internal lebih dominan dibandingkan kelemahan, yang mengindikasikan bahwa pempek ikan memliki potensi besar untuk dikembangkan berdasarkan kekuatan utama berupa kualitas produk yang baik, rasa yang khas, dan harga yang terjangkau. Hasil EFAS juga menunjukan bahwa peluang eksternal lebih tinggi dari ancaman dengan peluang terbesar berasal dari pemanfaatan media sosial, inovasi produk, dan meningkatkan tren konsumsi produk berbahan ikan. Berdasarkan perbandingan skor IFAS dan EFAS, strategi yang direkomendasikan adalah strategi pertumbuhan (growth strategy), yaitu strategi yang berorientasi pada pemanfaatan kekuatan untuk menangkap peluang secara maksimal. Dan hasil analisis regresi menunjukan bahwa variabel harga, promosi, citra merek, dan kualitas produk berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap keputusan pembelian produk pempek. Dengan nilai R2 sebesar 44,2%, model ini mampu menjelaskan pengaruh variabel-variabel tersebut secara cukup baik terhadap keputusan pembelian konsumen.
Copyrights © 2025