Globalisasi menuntut sumber daya manusia yang kritis, kreatif, dan adaptif. Namun, hasil TIMSS dan PISA menunjukkan kemampuan berpikir kritis peserta didik Indonesia masih rendah. Studi dari Global Institute menyebutkan bahwa hanya sekitar 5 % peserta didik Indonesia yang mampu menyelesaikan soal penalaran barkategori tingkat tinggi. Observasi di SMANegeri Darussholah Singojuruh mengungkap pembelajaran biologi masih dominan ceramah dan praktikum belum optimal. Penelitian ini menerapkan metode praktikum berbasis STEM pada materi ekosistem sub bab perubahan lingkungan, mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika. Tujuan penelitian yaitu sebagai berikut: 1. Mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X di SMAN Darussholah antara kelas kontrol dengan menggunakan metode praktikum tanpa berbasis pendekatan STEM dengan kelas eksperimen menggunakan metode pembelajaran praktikum berbasis pendekatan STEM pada mata pelajaran ekosistem Tahun Ajaran 2024/2025. 2. Mengetahui ada atau tidaknya pengaruh metode pembelajaran praktikum berbasis pendekatan STEM terhadap kemampuan berpikir kritis pada materi ekosistem kelas X SMAN Darussholah Banyuwangi Tahun Ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kuasi eksperimen dengan model penelitian pretest postest control group design yang dilakukan di SMAN Darussholah Singojuruh. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest pada kelas kontrol dan kelas eksperimen, dengan peningkatan rata-rata nilai kelas eksperimen lebih tinggi. Uji nonparametrik Mann Whitney menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Temuan ini membuktikan bahwa metode pembelajaran praktikum berbasis STEM memberikan pengaruh positif yang lebih besar terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik dibandingkan metode praktikum konvensional.
Copyrights © 2025