Penelitian ini mengkaji efisiensi biaya logistik menggunakan model linear programming berbasis optimasi multi-kendala dengan mempertimbangkan kapasitas angkut dan biaya inventori. PT. Pupuk Kujang menghadapi tingginya frekuensi pengiriman bahan baku NPK yang dikirim dari gudang asal ke gudang transit. Saat ini PT. Pupuk Kujang masih menggunakan metode lama yang hanya mempertimbangkan dump truck kapasitas 5 ton yang berdampak pada meningkatnya biaya operasional. Dalam penelitian ini, penentuan kapasitas dump truck dilakukan dengan memilih antara 2 jenis kapasitas, yaitu dump truck kapasitas 5 ton dengan 25 ton. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model linear programming mampu meningkatkan efisiensi operasional logistik hingga 62%, memperkuat pengambilan keputusan berbasis data dalam manajemen transportasi industri pupuk. Hal ini berpengaruh terhadap rendahnya frekuensi pengiriman bahan baku.
Copyrights © 2025