Fokus pada penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah metode pencatatan dan penilaian persediaan yang diterapkan oleh PT. Surya Baja Kencana Palembang serta menilai kesesuaiannya dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 202. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan masih menggunakan sistem pencatatan periodik dan metode penilaian sederhana, yaitu mengalikan jumlah barang tersisa dengan harga beli terakhir. Praktik ini menimbulkan kelemahan berupa ketidakakuratan laporan keuangan, potensi perbedaan stok fisik dengan catatan akuntansi, serta keterbatasan dalam pengendalian internal. Perhitungan ulang dengan metode FIFO (First In, First Out) dan rata-rata tertimbang menunjukkan hasil yang lebih representatif. FIFO terbukti lebih sesuai dengan karakteristik perusahaan karena mencerminkan harga pasar yang fluktuatif dan menghasilkan laporan keuangan yang lebih andal. Oleh karena itu, disarankan agar PT. Surya Baja Kencana Palembang beralih ke sistem pencatatan perpetual dan metode penilaian FIFO sesuai PSAK No. 202 untuk meningkatkan akurasi laporan keuangan, memperkuat pengendalian internal, serta menunjang pengambilan keputusan strategis. Penelitian ini akan membantu perusahaan untuk mengevaluasi prosedur pencatatan dan penilaian persediaan barang dagang agar laporan keuangan menjadi lebih andal.
Copyrights © 2025