Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan kualitatif terhadap kebijakan dan infrastruktur dalam konteks ketersediaan dan pemanfaatan sarana dan prasarana (sarpras) olahraga publik di Kabupaten Banyuwangi, serta keterkaitannya dalam mendukung program kesehatan masyarakat. Sarpras olahraga publik yang memadai merupakan komponen vital dalam mendorong aktivitas fisik komunal dan pencegahan penyakit tidak menular (PTM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif eksploratif dengan desain studi kasus pada tiga klaster sarpras publik utama. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan kunci: perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), pengelola sarpras, dan perwakilan masyarakat pengguna. Selain itu, digunakan observasi sistematis terhadap kondisi fisik sarpras dan analisis dokumen kebijakan daerah (RPJMD dan Perda). Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi kesenjangan antara kebijakan dan implementasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara kebijakan pro-kesehatan (misalnya, program Banyuwangi Sehat) dan ketersediaan sarpras yang merata. Pemanfaatan sarpras terkendala oleh keterbatasan aksesibilitas, masalah pemeliharaan, dan konflik jadwal antara kepentingan atletik dan rekreasi masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kunci untuk mengoptimalkan sarpras publik adalah integrasi program lintas sektor (Dispora dan Dinkes) dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam manajemen dan pemeliharaan fasilitas.
Copyrights © 2025