Penelitian kualitatif studi kasus ini menganalisis tantangan pembelajaran perkalian bersusun pada 36 siswa kelas III SD Negeri Bangkalan dengan fokus pada 6 siswa berkemampuan rendah. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen menunjukkan 40,6% siswa di bawah KKM dengan tiga tantangan utama: konsentrasi rendah (10-15 menit), waktu pembelajaran terbatas (2×35menit), dan remedial seragam. Simpulan penelitian mengkonfirmasi bahwa kesulitan perkalian bersusun dipengaruhi interaksi faktor kognitif dan kendala sistemik, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang personal dan kontekstual.
Copyrights © 2025