Sistem informasi pariwisata terintegrasi merupakan wujud solusi dari permasalahan yang saat ini banyak dihadapi oleh pengelola objek wisata. Saat ini, banyak objek wisata yang memisahkan transaksi parkir, tiket, persewaan dan penjualan dalam sistem terpisah. Selain mengurangi efisiensi, tidak terintegrasinya sistem juga mengurangi tingkat efektivitas dan akurasi data. Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi masalah ketidakefesiensienan, ketidakefektivitasan, dan kurangnya akurasi sistem menggunakan pendekatan Double Diamond Model. Double Diamond Model memiliki empat tahapan didalam merancang sistem diantaranya discover, define, develop dan deliver. Hasilnya menunjukkan bahwa user interface sistem informasi pariwisata terbaru mempunyai tampilan yang konsisten, menu navigasi yang mudah dijalankan, ukuran tombol dan komponen website konsisten, kecepatan akses antarmuka lebih ringan dan responsin, waktu penyelesaian tugas menjadi lebih cepat 50% dibandingkan sistem lama. Hasil pengujian user experience dilakukan oleh enam responden terhadap sistem informasi pariwisata yang baru didapatkan kepuasan pengguna mendapatkan skor 4,6 dari skala 5 atau naik sebanyak 64%, kesalahan input turun menjadi 0,5 atau turun sebanyak 83%, rasa percaya operator sistem menjadi lebih tinggi, efisiensi alur kerja menjadi lebih cepat dan akurat, dan pengguna lebih cepat beradaptasi.
Copyrights © 2025