Penelitian ini bertujuan untuk melestarikan dan memperkenalkan kembali sastra lisan Pandara di Kota Tidore Kepulauan kepada generasi muda. Tujuan tersebut dilatarbelakangi oleh permasalahan utama berupa rendahnya perhatian generasi muda terhadap sastra lisan Pandara, yang disebabkan oleh kuatnya pengaruh perkembangan teknologi dan arus modernisasi. Padahal, Pandara sebagai sastra lisan tradisional telah lama hidup di tengah masyarakat Tidore dan mengandung nilai-nilai sakral, ekologis, serta sosial yang tinggi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan pendekatan ekofeminisme sebagai landasan analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pelaku budaya, tokoh masyarakat, dan bentuk-bentuk ekspresi sastra lisan Pandara. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif untuk menemukan representasi kearifan perempuan dan mitos alam yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sastra lisan Pandara merepresentasikan penguatan kearifan perempuan sebagai subjek aktif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan tradisi lokal. Perempuan diposisikan sebagai penjaga nilai-nilai ekologis dan sosial, sementara mitos alam berfungsi sebagai regulasi adat yang menjaga keseimbangan hubungan manusia dan alam. Dengan demikian, sastra lisan Pandara tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sarana pendidikan nilai dan pelestarian ekologi berbasis kearifan lokal.
Copyrights © 2025