Pengelolaan sampah selama ini sering dipahami sebagai kewajiban administratif semata, sehingga kurang membangkitkan keterlibatan emosional dan keberlanjutan perilaku masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk mengubah paradigma tersebut dengan memperkenalkan pendekatan baru yang mengaitkan pengelolaan sampah dengan identitas sosial dan personal individu. Melalui metode edukasi reflektif, diskusi kelompok terarah, serta praktik langsung berbasis komunitas, peserta diajak membangun makna baru terhadap tindakan pengelolaan sampah sebagai ekspresi nilai diri dan gaya hidup berkelanjutan. Hasil program menunjukkan perubahan positif, di mana mayoritas peserta mulai memandang sampah sebagai bagian dari identitas hidup mereka. Terbentuk pula komunitas berbasis aksi nyata, seperti bank sampah dan program composting rumah tangga. Pendekatan berbasis identitas terbukti efektif dalam mendorong perubahan perilaku berkelanjutan, meskipun tantangan seperti keterbatasan infrastruktur masih perlu mendapat perhatian. Temuan ini menegaskan pentingnya mengintegrasikan aspek psikososial dalam strategi pengelolaan sampah untuk membangun budaya hidup berkelanjutan secara lebih mendalam.
Copyrights © 2025