Pembelajaran Berbasis Masalah menempatkan siswa sebagai peran utama dalam eksplorasi teks, baik secara mandiri maupun kolaboratif. Penelitian memiliki tujuan mengevaluasi efektivitas Pembelajaran Berbasis Masalah dalam meningkatkan kemampuan siswa kelas XI SMKN 2 Pekalongan dalam menganalisis struktur teks berita, sebuah keterampilan krusial untuk menangkap informasi secara tepat, efisien, dan efektif. Dengan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menerapkan model Pembelajaran Berbasis Masalah melalui pemberian tugas analisis struktur teks berita yang bersumber dari media massa, mencakup isu-isu lingkungan, sosial, dan budaya. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon untuk menilai perubahan kemampuan analitis siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam analisis struktur teks berita, dengan nilai sebesar 0,022 pada uji Wilcoxon. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa model ini terbukti memperkuat keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan partisipasi aktif siswa. Aspek afektif dan psikomotorik juga meningkat, tercermin dari motivasi belajar yang lebih tinggi dan efektivitas sata bekerja dalam kelompok. Dengan tumbuhnya motivasi, kolaborasi, dan keterlibatan aktif siswa, model Pembelajaran Berbasis Masalah berhasil dalam meningkatkan keterampilan analisis struktur teks berita pada siswa SMKN 2 Pekalongan.
Copyrights © 2025