Lansia terjadi kemunduran fisik dan psikologis secara bertahap, dimana penurunan kondisi tersebut dapat menimbulkan stres pada sebagian lansia. Masalah tersebut bersumber dari beberapa aspek diantaranya aspek fisik,psikologis dan social, salah satu upaya untuk mengatasi stres adalah dengan metode terapi musik klasik. Hal itu karena dalam terapi musik terkandung unsur penenangan diri. Salah satunya melalui terapi musik klasik yang bertujuan untuk memunculkan respon terapi musik yang dapat merangsang aktivitas saraf simpatis dan parasimpatis sehingga terjadi penurunan tingkat stres. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik terhadap tingkat stres pada lansia. Desain penelitiannya Quasi Experimental Design dengan pendekatan pre-post test control one-group design, dimana yang menjadi sampel adalah lansia sebanyak 30 orang. Tingkat stres diukur dengan menggunakan DASS 21 dan uji statistik Uji Wilcoxon Signed Rank dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan bahwa responden mengalami perubahan tingkat stres setelah dilakukan terapi musik dari tingkat stres sedang menjadi stres ringan (66,7%). Pada kelompok intervensi menunjukkan ada pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan tingkat stres pada lansia dan pada kelompok kontrol tidak terdapat pengaruh. Dengan demikian perlu dipertimbangkan bahwa terapi musik sebagai salah satu alternatif tindakan keperawatan untuk menurunkan stres. Dimana dengan semakin sering melakukan terapi musik maka penurunan tingkat stress pada lansia dapat lebih tercapai.
Copyrights © 2025