Kurios
Vol. 11 No. 2: Agustus 2025

Imago Dei dalam budaya algoritma: Fondasi teologis untuk pendidikan karakter kristiani di era digital

Roesmijati (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Aug 2025

Abstract

This article examines the crisis of character formation in the digital age from a theological-pedagogical perspective, focusing on the fundamental tension between Imago Dei and algorithmic culture that shapes identity through digital technology. The phenomena of gawai addiction, gaming disorder, and attention fragmentation are not merely behavioral problems but reflect a deeper ontological crisis concerning human nature and purpose. Through a qualitative-conceptual approach using theological-philosophical methods, this article analyzes how algorithmic culture systematically deconstructs Christian understanding of humanity as Imago Dei. The article proposes that Christian Religious Education (CRE) must be reconstructed as counter-cultural pedagogy grounded in Imago Dei theology. CRE should not merely transfer religious knowledge but form character through holistic spiritual formation, integrating spiritual disciplines, authentic community (koinonia), and embodied practices as alternatives to digital liturgies. Practical implications include reorienting CRE curriculum from cognitive-informational to formational-transformational, developing pedagogy emphasizing contemplation and presence, and forming formational ecosystems involving church, school, and family.   Abstrak Artikel ini mengkaji krisis formasi karakter di era digital dari perspektif teologis-pedagogis, dengan fokus pada ketegangan fundamental antara konsep Imago Dei dan budaya algoritma yang membentuk identitas melalui teknologi digital. Fenomena adiksi gawai, gaming disorder, dan fragmentasi perhatian bukan sekadar masalah perilaku, tetapi mencerminkan krisis ontologis yang lebih dalam tentang hakikat dan tujuan manusia. Melalui pendekatan kualitatif-konseptual dengan metode teologis-filosofis, artikel ini menganalisis bagaimana budaya algoritma secara sistematis mendekonstruksi pemahaman Kristen tentang manusia sebagai Imago Dei. Artikel ini mengusulkan bahwa Pendidikan Agama Kristen (PAK) harus direkonstruksi sebagai pedagogi kontra-kultural yang berfondasi pada teologi Imago Dei. PAK tidak sekadar mentransfer pengetahuan religius, tetapi membentuk karakter melalui formasi spiritual yang holistik, mengintegrasikan disiplin rohani, komunitas autentik (koinonia), dan mewujudkan praktik sebagai alternatif terhadap liturgi digital. Implikasi praktis mencakup reorientasi kurikulum PAK dari kognitif-informasional ke formasional-transformasional, pengembangan pedagogi yang menekankan kontemplasi dan kehadiran, serta pembentukan ekosistem formasi yang melibatkan gereja, sekolah, dan keluarga.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

kurios

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Social Sciences Other

Description

KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2614-3135 (online), ISSN: 2406-8306 (print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa ...