Continuous care is part of Midwifery care practice which is a service through a continuous service model for women during pregnancy, childbirth and postpartum. Because all women are at risk of experiencing complications during the prenatal, natal, and postnatal periods. Continuous care carried out by midwives provides services based on the same evidence to women. Continuous obstetric care is midwifery care carried out starting from Antenatal Care (ANC), Intranatal Care (INC), Postnatal Care (PNC), Newborn (BBL) and Family Planning continuously to patients. Mrs. F is 25 years old, G1P0A0 at the Kajen I Health Center, Pekalongan Regency. During the ANC visit at 37 years of pregnancy, counseling was given on nutritional fulfillment, rest patterns, childbirth preparation, administration of blood tablets and pregnancy exercises. Mrs. F, 25 years old, G1P0A0 came to the health center with complaints of abdominal tightness, mucus discharge. Mrs. F experienced labor pain in the first stage of the active phase before being given intervention in the form of warm water foot soaks and lavender aromatherapy of 7 and after being given intervention of 5. This indicates that there is a decrease in labor pain in the first stage of the active phase. Labor can cause pain and if left untreated can have an impact on the mother and her baby. Labor pain requires pain management that needs to be given to prevent complications in labor such as prolonged labor. Labor pain management can be done by soaking warm water feet and lavender aromatherapy. This research method uses a case study with a descriptive plan. The research subjects are mothers in labor. The instruments used are pain observation sheets using the Face Pain Rating Scale, lavender essential oil, water, diffuser, warm water, bucket, pathograph sheet, SOP for giving warm water compresses and lavender aromatherapy. The results of the study showed that labor pain in the first stage of the active phase decreased significantly after the administration of warm water foot soaks and lavender aromatherapy. Non-pharmacological management is useful for reducing labor pain and preventing the impact of untreated pain on the mother and baby. The conclusion obtained is that the administration of warm water foot soaks has an effect on reducing labor pain in the first stage of the active phase. Midwifery care for postpartum mothers is adjusted to the care plan that has been prepared and carried out comprehensively, effectively, efficiently and safely based on evidence based on the mother and/or family in the form of promotive, preventive, curative and rehabilitative efforts. Implementation of midwifery care during the postpartum period, is: Conducting examinations of vital signs, uterine fundal height, lochia and other vaginal fluids and breasts, providing IEC regarding nutritional needs, elimination, personal hygiene, rest, early mobilization and activity, sexual, postpartum gymnastics, exclusive breastfeeding, Implementation of midwifery care for newborns is adjusted to the care plan that has been prepared and carried out comprehensively, effectively, efficiently and safely based on evidence based on the baby, including the midwifery care plan carried out on neonates is to ensure the baby stays warm and gets exclusive breastfeeding, maintain skin contact between mother and baby, cover the baby's head with a warm hat, provide health education to the mother and/or family related to the baby's problems experienced and make referrals according to the guidelines. KB Midwifery Care for Mrs. F Currently, the mother has decided to use injectable contraception, so that it does not interfere with the implementation of IMD and breastfeeding during the baby's age of 0 to 6 months. Abstrak Pelayanan berkesinambungan bagian dari praktik pelayanan Kebidanan merupakan pelayanan melalui model pelayanan berkelanjutan bagi wanita selama masa kehamilan, persalinan dan nifas. Karena semua wanita berisiko mengalami komplikasi selama masa prenatal, natal, dan pasca natal. Pelayanan berkelanjutan yang dilakukan oleh bidan memberikan pelayanan berdasarkan bukti-bukti yang sama kepada wanita. Asuhan obstetrik berkelanjutan merupakan asuhan kebidanan yang dilakukan mulai dari Antenatal Care (ANC), Intranatal Care (INC), Postnatal Care (PNC), Newborn (BBL) dan Keluarga Berencana secara berkesinambungan kepada pasien. Ny. F berusia 25 tahun, G1P0A0 di Puskesmas Kajen I, Kabupaten Pekalongan. Pada kunjungan ANC di usia kehamilan 37 tahun diberikan konseling tentang pemenuhan gizi, pola istirahat, persiapan persalinan, pemberian tablet darah dan senam hamil. Ny. F umur 25 tahun, G1P0A0 datang ke puskesmas dengan keluhan perut kenceng-kenceng, keluar lendir. Ny. F mengalami nyeri persalinan pada kala I fase aktif sebelum diberikan intervensi berupa rendaman kaki air hangat dan aromaterapi lavender sebesar 7 dan sesudah diberikan intervensi sebesar 5. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif. Persalinan dapat menimbulkan nyeri dan jika tidak ditangani menimbulkan dampak bagi ibu dan bayinya. Nyeri persalinan memerlukan penatalaksanaan nyeri yang perlu diberikan untuk mencegah komplikasi pada persalinan seperti partus lama. Penatalaksanaan nyeri persalinan dapat dilakukan dengan rendam kaki air hangat dan aromaterapi lavender. Metode Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan rencana deskriptif. Subyek penelitian yaitu ibu bersalin. Instrumen menggunakan lembar observasi nyeri menggunakan Face Pain Rating Scale, esensial oil lavender, air, diffuser, air hangat, ember, lembar patograf, SOP pemberian kompres air hangat dan aromaterapi lavender. Hasil penelitian nyeri persalinan kala I fase aktif mengalami penurunan secara signifikan setelah pemberian rendam kaki air hangat dan aromaterapi lavender. Penatalaksanaan non farmakologi bermanfaat untuk mengurangi nyeri persalinan dan mencegah dampak nyeri yang tidak tertangani pada ibu dan bayi. Simpulan yang didapat pemberian rendam kaki air hangat berpengaruh terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif. Asuhan kebidanan pada ibu nifas disesuaikan dengan rencana pengasuhan yang telah disusun dan dilakukan secara komprehensif, efektif, efisien dan aman berdasarkan bukti berdasarkan ibu dan atau keluarga dalam bentuk upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Pelaksanaan pengasuhan kebidanan pada masa nifas, adalah: Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri, lokhea dan cairan pervaginam lainnya serta payudara, memberikan KIE mengenai kebutuhan nutrisi, eliminasi, kebersihan diri, istirahat, mobilisasi dini dan aktivitas, seksual, senam nifas, ASI eksklusif, Pelaksanaan pengasuhan kebidanan pada bayi baru lahir disesuaikan dengan rencana pengasuhan yang telah disusun dan dilakukan secara komprehensif, efektif, efisien dan aman berdasarkan bukti-bukti berdasarkan kepada bayi, meliputi rencana pengasuhan kebidanan yang dilakukan pada neonatus adalah memastikan bayi tetap hangat dan mendapat ASI eksklusif, menjaga kontak kulit antara ibu dan bayi, menutupi kepala bayi dengan topi yang hangat, memberikan pendidikan kesehatan pada ibu dan atau keluarga terkait dengan permasalahan bayi yang dialami serta melakukan rujukan sesuai pedoman. Asuhan Kebidanan KB pada Ny. F Saat ini ibu sudah memutuskan untuk menggunakan kontrasepsi KB suntik, agar tidak mengganggu dalam menjalankan IMD dan ASI selama usia bayi 0 sampai 6 bulan.
Copyrights © 2025