Rendahnya kualitas pemadatan tanah menjadi salah satu penyebab utama kerusakan dini infrastruktur jalan, terutama karena tidak tercapainya densitas kering lapangan sesuai spesifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jumlah lintasan pemadatan terhadap nilai rasio Maximum Dry Density (MDD) sebagai indikator keberhasilan pemadatan tanah. Pengujian dilakukan pada proyek Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi Paket 3 di STA 31+166, membandingkan kedua perlakuan tersebut yaitu lintasan 8 dan 10 lintasan dengan menggunakan alat berat Vibro Roller. Data ANOVA satu arah pada tingkat signifikansi < 0,05 menunjukkan bahwa jumlah lintasan pemadatan berpengaruh signifikan terhadap rasio MDD (p = 0,038). Peningkatan lintasan menghasilkan distribusi energi yang lebih merata dan mampu meningkatkan berat isi kering lapangan. Temuan ini dapat digunakan sebagai acuan evaluasi dalam pengendalian mutu berdasarkan jumlah lintasan pemadatan yang tersedia dalam laporan proyek harian, serta memperkuat pemahaman teknis tentang hubungan distribusi energi pemadatan dengan kepadatan lapangan yang optimal.
Copyrights © 2025