Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana peran media dalam memengaruhi personal political branding berdasarkan kasus Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagaimana dibingkai oleh Majalah Tempo dalam edisi berjudul “Habis Mulyono Terbitlah Mulyadi”. Dengan menggunakan model analisis framing Robert N. Entman dan teori uses and gratifications, penelitian ini menilai bagaimana Tempo mengembangkan narasi kritis atas keputusan kebijakan dan gaya kepemimpinan populis Dedi, serta pengaruhnya dalam membentuk opini publik. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun Dedi berupaya membangun personal branding yang kuat melalui simbolisme budaya dan interaksi media sosial, Tempo membingkai citranya sebagai sesuatu yang impulsif dan kurang memiliki esensi kebijakan. Tanggapan publik di Instagram lebih jauh menunjukkan bagaimana narasi media membentuk opini dan menegaskan peran media yang signifikan dalam mencerminkan maupun membangun realitas politik. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa political branding merupakan proses dinamis yang dibangun melalui presentasi diri maupun interpretasi media yang membentuk opini publik, dan merekomendasikan agar penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih dalam perspektif publik dan merancang analisis lintas media.
Copyrights © 2025