Perluasan kawasan perkotaan di wilayah penyangga metropolitan meningkatkan tekanan terhadap penggunaan lahan dan daya dukung lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika spasial dan merumuskan strategi pembangunan perumahan berkelanjutan di Kecamatan Jati Sampurna, Kota Bekasi, yang berfungsi sebagai kawasan hunian transisi berbatasan langsung dengan Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif sekunder dari dokumen spasial dan demografis Bappeda Kota Bekasi. Teknik analisis meliputi proyeksi penggunaan lahan, analisis daya dukung lahan, dan analisis SWOT untuk menentukan arah strategi pembangunan perumahan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan terbangun meningkat dari 66,96% pada tahun 2010 menjadi 76,18% pada tahun 2030, sedangkan lahan tidak terbangun menurun menjadi 23,82% dengan sisa lahan cadangan hanya 74,41 hektar. Temuan ini menegaskan urgensi penerapan konsep hunian vertikal yang didukung tata kelola ruang terpadu dan kolaborasi lintas sektor. Strategi integratif yang diusulkan menekankan pentingnya penerapan konsep kota kompak dan perencanaan partisipatif untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat di wilayah penyangga Ibu Kota.
Copyrights © 2025