Indonesia merupakan negara yang majemuk dan kaya akan warisan budaya, baik budaya benda maupun tak benda. Salah satu jenis dari budaya benda atau tangible culture adalah cagar budaya. Potensi cagar budaya yang ada di Indonesia cukup beragam salah satunya adalah budaya Megalitikum yang persebarannya cukup luas hingga kawasan Ujung Timur Jawa seperti Kabupaten Jember. Penelitian ini difokuskan pada salah satu daerah di Kabupaten Jember yang memiliki peninggalan Megalitikum, yakni Desa Seputih. Salah satu peninggalan budaya Megalitikum di desa tersebut adalah situs Seputih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi persepsi serta mengukur awareness masyarakat lintas generasi terhadap keberadaan situs bersejarah. Masyarakat lintas generasi yang menjadi target penelitian ini terdiri dari generasi muda (usia 15-24 tahun), generasi menengah (usia 35-44 tahun) dan generasi tua (usia >65 tahun). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed method, yakni metode kuantitatif melalui survei dan metode kualitatif menggunakan wawancara. Hasil temuan dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan persepsi pada masyarakat lintas generasi terhadap situs Seputih yang ditunjukkan dengan, 1) Generasi pertama memiliki reaksi biasa saja terhadap situs Seputih karena kurang mengetahui keberadaan situs. 2) Generasi kedua memiliki kepedulian lebih tinggi terhadap situs Seputih, sehingga mereka menyatakan perlu dilakukan pelestarian pada situs. 3) Generasi ketiga memiliki pengetahuan lebihtinggi terkait situs Seputih, sehingga mereka tidak setuju jika situs Seputih dipindahkan ke museum. Perbedaan persepsi akan memengaruhi perilaku masyarakat yang pada akhirnya akan berdampak terhadap kelestarian situs. Tindak lanjutpelestarian situs Seputih akan dijelaskan lebih lanjut pada penelitian ini.
Copyrights © 2025