Fotografi pernikahan tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi estetis, tetapi juga sebagai media komunikasi sosial yang merepresentasikan nilai-nilai kekeluargaan dalam masyarakat Timor, khususnya di Kota Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi visual nilai kekeluargaan dan menjelaskan peran fotografi pernikahan sebagai sarana komunikasi sosial. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika visual Roland Barthes. Data dikumpulkan melalui dokumentasi foto dan wawancara dengan fotografer serta keluarga pengantin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen visual seperti posisi anggota keluarga, penggunaan busana adat, ekspresi penghormatan, serta simbol-simbol adat, merefleksikan nilai kebersamaan, penghormatan antar generasi, dan identitas budaya. Fotografi pernikahan berperan sebagai pengarsip nilai-nilai sosial dan sebagai alat komunikasi lintas waktu, baik dalam ruang privat maupun publik melalui media sosial. Saran dari penelitian ini adalah pentingnya kesadaran fotografer terhadap makna budaya dalam karya visual mereka agar dapat menjaga keseimbangan antara estetika modern dan nilai adat.
Copyrights © 2025