Meningkatnya pemanfaatan media sosial oleh wirausahawan muda di Kota Kupang menjadi fenomena menarik dalam membangun merek lokal berbasis budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi komunikasi digital yang digunakan oleh pelaku usaha muda dalam membentuk brand lokal yang relevan dan berdaya saing. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam kepada lima informan utama pelaku UMKM muda di Kota Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan platform seperti Instagram, WhatsApp Business, dan TikTok dimanfaatkan secara kreatif untuk menyampaikan nilai-nilai budaya lokal melalui narasi visual dan personal. Strategi storytelling berbasis kearifan lokal menjadi daya tarik utama dalam membangun kedekatan emosional dengan konsumen. Tantangan utama yang dihadapi antara lain adalah keterbatasan literasi digital, akses produksi konten, dan keterampilan promosi daring. Penelitian ini menyarankan adanya pelatihan pemasaran digital berbasis budaya lokal serta penguatan kolaborasi antar pelaku usaha muda dan komunitas kreatif di Kupang guna memperkuat ekosistem brand lokal secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025