Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena dominasi perempuan dalam partisipasi kajian keagamaan di lingkungan masyarakat. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap sejumlah informan perempuan dan laki-laki berusia muda. Hasil kajian menunjukkan bahwa motivasi perempuan mengikuti kajian keagamaan sangat beragam, mulai dari keinginan memperdalam ilmu agama, memperbaiki diri, hingga mencari ketenangan batin. Faktor penceramah juga menjadi penentu utama minatnya, terutama jika penyampaian materi dilakukan secara menarik, komunikatif, dan relevan secara emosional. Sebaliknya, partisipasi laki-laki cenderung lebih rendah, dipengaruhi oleh faktor teknis seperti jarak lokasi, durasi ceramah, dan gaya penyampaian yang dianggap membosankan. Temuan ini menunjukkan bahwa perempuan lebih responsif terhadap kajian keagamaan yang menyentuh aspek spiritual dan emosional, sementara laki-laki lebih memilih bentuk kajian yang praktis dan fleksibel. Analisis menggunakan teori tindakan rasional James Coleman mengungkap bahwa keputusan mengikuti kajian merupakan hasil pertimbangan logis yang mempertimbangkan manfaat spiritual, emosional, dan sosial. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan dakwah yang lebih adaptif terhadap preferensi audiens lintas gender, serta penguatan peran perempuan sebagai aktor strategis dalam pembinaan keagamaan masyarakat.
Copyrights © 2025