Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Obsessive Compulsive Disorder Ali, Khafifah; Malawati, Malawati
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 3 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2024
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v3i3.18049

Abstract

Gangguan obsesif-kompulsif/ Obsessive compulsive disorder (OCD) adalah gangguan kejiwaan ini ditandai dengan obsesi dan kompulsi, yang menghabiskan banyak waktu dan menyebabkan tekanan dan gangguan yang nyata. Wanita juga sekitar 1,6 kali lebih mungkin terkena gangguan tersebut daripada pria. Etiologi OCD itu kompleks, meliputi berbagai faktor, termasuk elemen kognitif, genetik, molekuler, lingkungan, dan saraf. Bukti dari studi kembar menunjukkan predisposisi genetik yang signifikan dengan estimasi heritabilitas sekitar 48%. Diagnosis OCD dengan melakukan penilaian klinis, kriteria diagnostic OCD dan pemeriksaan status mentak. Penatalaksanaan OCD yaitu selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) yang direkomendasikan sebagai obat lini pertama karena khasiat, keamanan, dan tolerabilitasnya yang terbukti. Gangguan obsesif-kompulsif yang dikaitkan dengan gejala menimbun barang secara umum menghasilkan prognosis yang lebih buruk.
DOMINASI PEREMPUAN DALAM KAJIAN KEAGAMAAN DI PINEM ACEH BARAT Malawati, Malawati; Triyanto, Triyanto
Jurnal Society : Pengamat Perubahan Sosial Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jspps.v5i2.13444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena dominasi perempuan dalam partisipasi kajian keagamaan di lingkungan masyarakat. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap sejumlah informan perempuan dan laki-laki berusia muda. Hasil kajian menunjukkan bahwa motivasi perempuan mengikuti kajian keagamaan sangat beragam, mulai dari keinginan memperdalam ilmu agama, memperbaiki diri, hingga mencari ketenangan batin. Faktor penceramah juga menjadi penentu utama minatnya, terutama jika penyampaian materi dilakukan secara menarik, komunikatif, dan relevan secara emosional. Sebaliknya, partisipasi laki-laki cenderung lebih rendah, dipengaruhi oleh faktor teknis seperti jarak lokasi, durasi ceramah, dan gaya penyampaian yang dianggap membosankan. Temuan ini menunjukkan bahwa perempuan lebih responsif terhadap kajian keagamaan yang menyentuh aspek spiritual dan emosional, sementara laki-laki lebih memilih bentuk kajian yang praktis dan fleksibel. Analisis menggunakan teori tindakan rasional James Coleman mengungkap bahwa keputusan mengikuti kajian merupakan hasil pertimbangan logis yang mempertimbangkan manfaat spiritual, emosional, dan sosial. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan dakwah yang lebih adaptif terhadap preferensi audiens lintas gender, serta penguatan peran perempuan sebagai aktor strategis dalam pembinaan keagamaan masyarakat.
Adaptasi Nelayan Terhadap Perubahan Budaya Tangkap Ikan di Gampong Ujong Drien Murni, Vidya; Malawati, Malawati; Suci, Tari Setia; Tanzilla, Ulan Alwia; Sopar, Sopar
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 1 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i1.3439

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya nelayan digampong Ujong Drien dalam beradaptasi dengan budaya tangkap ikan yang baru. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif. Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan survei langsung ke tempat perhentian nelayan tradisional. Identifikasi ini dilakukan dengan cara tanya jawab kepada para nelayan serta melihat langsung kondisi yang ada di lapangan. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder. Budaya Meulaot sudah menjadi hal yang diwariskan secara turun temurun di Gampong Ujong Drien. Melaot adalah salah satu adat budaya Masyarakat Aceh yang sudah ada sejak abad ke-17 di masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Para nelayan memanfaatkan laut untuk mata pencahariannya.