Dismenore merupakan gangguan ginekologis yang sering dialami oleh wanita usia reproduktif dan dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan intensitas dismenore pada mahasiswi Program Studi Akuntansi Universitas Prima Indonesia. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk mengukur tingkat stres dan Visual Analogue Scale (VAS) untuk menilai intensitas dismenore. Sebanyak 68 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa sembilan item pada PSS-10 dinyatakan valid, sedangkan reliabilitas memiliki nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,816, menunjukkan konsistensi yang kuat. Uji korelasi Spearman menghasilkan nilai r = 0,423 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara tingkat stres dan intensitas dismenore. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat stres yang dialami mahasiswi, semakin berat pula nyeri haid yang dirasakan. Penelitian ini menegaskan pentingnya manajemen stres di kalangan mahasiswi untuk mengurangi risiko peningkatan dismenore serta meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas akademik mereka.
Copyrights © 2025