Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya asesmen pembelajaran yang sesuai dengan teori belajar dan mencakup tiga ranah penilaian, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik untuk mendukung proses pembelajaran yang efektif. Namun, pada praktiknya asesmen yang digunakan sering kali tidak sesuai dengan teori belajar dan belum mampu mencakup ketiga ranah tersebut. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan asesmen melalui pendekatan teori belajar pada kelas IV SDI. Al-Mashduqie. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan instrumen angket berbasis skala Guttman (jawaban ya/tidak) dan wawancara guru. Analisis data dilakukan dengan mengkategorikan hasil angket ke dalam dua kriteria, yaitu tinggi dengan persentase rata-rata ≥50% dan rendah dengan persentase rata-rata <50%, serta memperkuatnya dengan hasil wawancara. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan asesmen pembelajaran berbeda-beda pada tiap teori belajar, tetapi yang paling menonjol adalah teori konstruktivisme. Berdasarkan hasil angket menunjukkan bahwa sebesar 59% responden (kategori tinggi) memberikan jawaban “tidak” pada penerapan teori ini sehingga asesmen teori konstruktivisme menjadi kebutuhan. Temuan ini diperkuat oleh hasil wawancara guru yang menjelaskan bahwa asesmen teori kontruktivisme sudah diterapkan, akan tetapi masih terbatas pada materi tertentu dengan praktik yang sederhana. Padahal melalui penerapan asesmen teori konstruktivisme, guru dapat melakukan penilaian secara menyeluruh mencakup kognitif, psikomotorik, dan afektif peserta didik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kelas IV SDI. Al-Mashduqie memiliki kebutuhan yang signifikan untuk mengoptimalkan asesmen berbasis teori konstruktivisme agar mampu mendukung pembelajaran yang lebih bermakna dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Copyrights © 2025