Iwan Batako merupakan salah satu industri kecil menengah yang bergerak di bidang produksi bahan galian bukan logam yang memproduksi batu batako dan gorong-gorong. Ditemukan beberapa jarak antar fasilitas yang berjauhan sehingga waktu pemindahan proses produksi menjadi lama. Berdasarkan permasalahan tersebut, Penulis melakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana tata letak usulan untuk Iwan Batako dengan menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP) dan Grafik untuk mengoptimalkan proses produksi. Berdasarkan hasil evaluasi, alternatif layout yang terpilih adalah layout dengan metode SLP yang memiliki jarak perpindahan sebesarĀ 2429 dibandingkan dengan metode Grafik sebesarĀ 2569,3. Pengurangan jarak dari metode SLP sebesar 1,05 % dari metode Grafik. Untuk luas kebutuhan area produksi layout usulan Iwan Batako didapatkan sebesar 999,1 m2 dari luas area layout awal sebesar 964 m2. Sehingga dengan re-layout tata letak fasilitas tersebut, Iwan Batako dapat lebih memperhatikan tata letak untuk ruang produksi di pabrik agar lebih efektif dan efisien sesuai dengan hasil penelitian yang telah dilakukan.
Copyrights © 2025