Preposisi merupakan elemen penting yang digunakan untuk menunjukkan berbagai hubungan antar kata, seperti hubungan tempat, waktu, tujuan, serta kondisi tertentu. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan preposisi an dalam bahasa Jerman dan maknanya dalam bahasa Indonesia berdasarkan kerangka tipologi bahasa. Dengan mengadopsi pendekatan Government and Binding (GB), penelitian ini mengidentifikasi penggunaan an, seperti tipe verba, kasus, dan semantik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kasus akkusativ dengan orientasi arah (Richtung) dan peran kasus dativ dengan orientasi posisi (Position) memengaruhi makna pada preposisi an di dalam bahasa Indonesia. Analisis menunjukkan adanya hubungan erat antara kasus gramatikal, arah semantik verba, dan makna preposisi an. Pada kasus akkusatif, an cenderung digunakan bersama verba yang mengarah pada suatu tujuan, sehingga menandakan arah gerak atau sasaran suatu tindakan. Sementara itu, pada kasus dativ, an lebih sering muncul bersama verba yang menunjukkan posisi, sehingga berfungsi untuk menunjukkan lokasi atau tempat. Dalam padanannya dengan bahasa Indonesia, preposisi an memiliki makna yang serupa dengan kata “di” atau “ke” (untuk konteks arah) serta “di” atau “pada” (untuk konteks posisi). Walaupun terdapat perbedaan struktural antara kedua bahasa, makna dalam kalimat tetap menggambarkan hubungan yang konsisten antara tindakan dan lokasi, baik dalam bentuk pergerakan maupun keberadaan. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya teori linguistik deskriptif dan mendukung pembelajaran bahasa Jerman, khususnya dalam memahami preposisi an serta penyusunan bahan ajar tata bahasa yang relevan.The Preposition an in German and Its Meaning in IndonesianPrepositions are important elements used to indicate various relationships between words, such as relationships between places, times, purposes, and certain conditions. This study aims to describe the use of the preposition an in German and its meaning in Indonesian based on a language typology framework. By adopting the Government and Binding (GB) approach, this study identifies the use of an, such as verb type, case, and semantics. The results show that the role of the accusative case with a directional orientation (Richtung) and the role of the dative case with a positional orientation (Position) influence the meaning of the preposition an in Indonesian. The analysis shows a close relationship between grammatical case, the semantic direction of the verb, and the meaning of the preposition an. In the accusative case, an tends to be used with verbs that direct a goal, thus indicating the direction of movement or the target of an action. Meanwhile, in the dative case, a more often appears with verbs that indicate position, thus functioning to indicate location or place. In its Indonesian equivalent, the preposition an has a similar meaning to the words "di" or "ke" (for directional contexts) and "di" or "pada" (for positional contexts). Despite structural differences between the two languages, sentence meaning consistently reflects the relationship between action and location, both in terms of movement and presence. This research is expected to enrich descriptive linguistic theory and support German language learning, particularly in understanding the preposition an and developing relevant grammar teaching materials.
Copyrights © 2025