Kesehatan mental santri dalam lingkungan pendidikan berasrama merupakan isu yang semakin mendapat perhatian, mengingat kompleksitas tekanan psikososial yang dihadapi remaja di pesantren. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko dan protektif kesehatan mental santri, serta mengulas model intervensi berbasis pesantren yang telah diterapkan. Metode kajian literatur sistematis-naratif digunakan dengan pemilihan 22 artikel penelitian terbaru (2013–2024) yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tekanan adaptasi, tuntutan akademik-spiritual, dan keterbatasan dukungan emosional menjadi faktor risiko utama gangguan mental. Di sisi lain, nilai spiritualitas, dukungan sosial antar santri, serta pembinaan yang suportif berperan sebagai faktor protektif. Intervensi berbasis nilai Islam dan model peer counseling terbukti efektif dalam meningkatkan kesehatan mental santri. Kajian ini merekomendasikan integrasi program pembinaan kesehatan mental dalam kurikulum pesantren, pelatihan pembina, serta penguatan jejaring dukungan profesional untuk menciptakan lingkungan pesantren yang sehat secara psikologis dan spiritual
Copyrights © 2025