Angka kejadian stunting di Kabupaten Sumenep pada tahun 2022 sebesar 21,6%, nilai tersebut masih jauh dari target penurunan stunting Pemerintah Indonesia yaitu sebesar 14%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sumber penyediaan air minum dengan kejadian stunting pada balita di Kabupaten Sumenep. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan analisis data uji Chocran untuk hubungan sumber air minum dengan kejadian stunting dan uji Chi-Square untuk hubungan pengolahan air minum dengan kejadian stunting. Data sumber air minum dilakukan dengan mewawancarai ibu balita dan hasil data stunting diperoleh dari pengukuran Tinggi/Panjang badan balita menurut umur balita, dibandingkan dengan standar baku dari WHO-MGRS yaitu nilai z-score-nya kurang dari -2 SD/standar deviasi (stunted) dan kurang dari -3 SD (severely stunted). Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan signifikan antara sumber air minum yang dikonsumsi balita dengan kejadian stunting  dengan p=0,047 dan ada hubungan antara pengolahan air minum dengan kejadian stunting sebesar p=0,038 sehingga perlu diberikannya edukasi kepada masyarakat tentang pengolahan air minum untuk meminimalisir terjadinya diare pada balita.
Copyrights © 2023