Latar belakang: Hipertensi disebut sebagai “The Silent Killer” karena sering kali tidak menunjukkan gejala, tetapi memiliki tingkat mortalitas tinggi dan dapat memengaruhi kualitas hidup. Salah satu penyebabnya adalah stres psikologis yang tidak disadari. Survei pendahuluan di Puskesmas Kayon Palangka Raya menunjukkan beberapa pasien hipertensi mengalami stres akibat pekerjaan, kelelahan, dan masalah keuangan, namun belum memiliki strategi pengelolaan stres yang efektif. Beberapa pasien tidak memahami konsep self healing, sedangkan sebagian lainnya telah menerapkan teknik seperti menarik napas dalam, berdoa, atau menyendiri, meskipun belum menyadari bahwa itu termasuk self healing. Padahal, self healing merupakan cara sederhana yang dapat membantu mengurangi stres melalui relaksasi dan kesadaran diri. Tujuan: Mengetahui hubungan antara self healing dan tingkat stres pada pasien hipertensi di Puskesmas Kayon Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 68 responden hipertensi dipilih secara purposive sampling. Instrumen menggunakan SHAS dan DASS-42 subskala stres. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Self healing sedang sebanyak 27 responden (39,7%) dan tinggi 26 responden (38,2%). Tingkat stres terbanyak adalah stres sedang sebanyak 25 responden (36,8%). Hasil uji menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan (p = 0,227; r = -0,149). Kesimpulan: Semakin tinggi kemampuan self healing, maka cenderung semakin rendah tingkat stres, namun hubungan ini sangat lemah. Hal ini diduga karena penerapannya belum konsisten dan dipengaruhi faktor eksternal seperti pekerjaan dan dukungan sosial.
Copyrights © 2026