Penelitian ini membahas upaya percepatan proyek konstruksi melalui metode crashing dengan penambahan jam kerja (lembur), studi kasus pada Proyek Rehabilitasi Rumah Jabatan di Jalan Basuki Rahmat, Samarinda. Proyek mengalami keterlambatan akumulatif sebesar 8 hari kerja, yang memerlukan strategi percepatan agar target penyelesaian tetap tercapai. Metode yang digunakan adalah analisis Time Cost Trade Off dengan alternatif penambahan jam kerja selama 1, 2, dan 3 jam per hari. Analisis dilakukan menggunakan Microsoft Project dan Excel untuk menentukan jalur kritis, menghitung durasi normal, crash duration, dan crash cost dari pekerjaan-pekerjaan pada jalur kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap alternatif lembur menghasilkan percepatan waktu yang berbeda serta biaya tambahan yang bervariasi, dengan penurunan produktivitas yang dihitung berdasarkan koefisien tertentu. Alternatif lembur paling efisien ditentukan dari kombinasi durasi percepatan dan biaya tambahan terendah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengambilan keputusan teknis dan manajerial terkait percepatan proyek konstruksi di sektor bangunan gedung. Kata kunci : biaya tambahan crashing, jalur kritis, lembur, percepatan proyek, produktivitas, Time Cost Trade Off.
Copyrights © 2025