Safaruddin M Nuh, Safaruddin M
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISA STUDI KELAYAKAN PROYEK STUDI KASUS : PEMBANGUNAN BOOSTER PDAM DI PONTIANAK SELATAN Prananda, Shendi Anugerah; ., Syahruddin; Nuh, Safaruddin M
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.937 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v3i2.13551

Abstract

Pembangunan booster yang dilakukan oleh PDAM Tirta Khatulistiwa adalah salah satu proyek yang bertujuan untuk menunjang pendistribusian air bersih di Kota Pontianak, khususnya daerah Pontianak Selatan. Hal ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh PDAM Tirta Khatulistiwa untuk memenuhi tugasnya sebagai penyedia air bersih untuk seluruh masyarakat di Kota Pontianak. Pembangunan booster PDAM ini dikerjakan tahun anggaran 2013 – 2014, dalam pengkajian kelayakan sebelumnya pembangunan booster dinyatakan layak, namun hingga kini booster belum beroperasi. Untuk itulah dilakukan re-analisa terhadap pembangunan booster secara finansial. Untuk hasil analisa sensitivitas yang dilakukan terhadap nilai pendapatan dan pengeluaran dengan faktor perubahan terjadi kenaikan bersamaan sebesar +10%, maka didapatkan nilai NPV = Rp 4.132.516.457. Nilai pendapatan dan pengeluaran terjadi kenaikan bersamaan sebesar +20% didapatkan nilai NPV = Rp   4,508,199,776.18.Nilai pendapatan dan pengeluaran terjadi penurunan bersamaan sebesar -10%     didapatkan nilai NPV = Rp 3,381,149,832.13. Nilai pendapatan dan pengeluaran terjadi kenaikan bersamaan sebesar -20% didapatkan nilai NPV = Rp   3,005,466,517.45. Pendapatan dan pengeluaran naik +10%, maka PBP akan mengalami   perubahan menjadi 5.04 tahun < 20 tahun rencana. Pendapatan dan pengeluaran naik +20%, maka PBP = 4.62 < 20 tahun rencana. Pendapatan dan pengeluaran naik -10%, maka PBP = 6.16 < 20 tahun rencana. Pendapatan dan pengeluaran naik -20%, maka PBP = 6.93 < 20 tahun rencana.   Kata kunci : Analisis Studi Kelayakan Proyek, Investasi
PENERAPAN KONSEP NILAI HASIL PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG DI KOTA PONTIANAK STUDI KASUS PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUKO 4 LANTAI DI JALAN PANGERAN NATAKUSUMA, PONTIANAK Dwitanto, Magrib; Mulyani, RR. Endang; Nuh, Safaruddin M
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1035.476 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v4i4.19511

Abstract

Proses perencanaan hingga pengendalian selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi merupakan kegiatan penting dari suatu proyek. Keberhasilan atau kegagalan dari suatu proyek dapat disebabkan perencanaan yang tidak matang serta pengendalian yang kurang efektif, sehingga kegiatan proyek tidak efisien. Hal tersebut akan mengakibatkan keterlambatan, menurunnya kualitas, dan meningkatnya biaya pelaksanaan. Untuk mengurangi dampak keterlambatan dan pembengkakan biaya proyek, dapat digunakan konsep nilai hasil sebagai alat ukur kinerja yang mengintegrasikan antara aspek biaya dan aspek waktu. Berdasarkan kinerja biaya dan waktu ini, dapat diidentifikasi kinerja keseluruhan proyek maupun paket-paket pekerjaan di dalamnya dan kemudian memprediksi biaya dan waktu penyelesaian proyek.   Kata Kunci : Perencanaan, pengendalian, konsep nilai hasil
ANALISIS PERBANDINGAN PAPAN MAL DENGAN BONDEK TERHADAP BIAYA PROYEK Busri, -; Rafie, -; Nuh, Safaruddin M
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.843 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i3.30772

Abstract

Teknologi di dunia konstruksi di Indonesia berkembang dengan pesat selaras dengan semakin banyaknya inovasi yang dipakai dalam dunia konstruksi. Pihak kontraktor harus memikirkan metode terbaru pekerjaan bekisting dan resiko yang ditimbulkan harus serendah mungkin. Fungsi bekesting ada tiga yaitu pertama berpengaruh terhadap bentuk coran beton , kedua menahan beban yang ditimbulkan pada saat pengecoran beton dan yang ketiga bekesting beton harus bisa dibongkar dengan mudah. Biaya pekerjaan bekesting konstruksi beton cukup besar dibandingkan dengan biaya seluruh pekerjaan konstruksi beton, sehingga pekerjaan ini  sangat berpengaruh terhadap efesiensi biaya dan waktu pelaksanaa yang merupakan salah satu item pekerjaan dalam pekerjaan konstruksi. Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti tergugah untuk mencoba membandingkan biaya material dan metode pelaksanaan pelat lantai menggunakan bekisting bondek dan pelat lantai menggunakan bekisting multiplek mana yang lebih murah dan efisien. Hasil penelitian didapatkan perbandingan kedua material diatas, dari segi biaya pelat lantai menggunakan bekisting bondek lebih mahal ± 10% daripada pelat lantai menggunakan bekisting multiplek, tetapi dasi segi waktu pelaksanaan dan metode pekerjaan pelat lantai menggunakan bekisting bondek jauh lebih cepat dan lebih mudah dikerjakan. Kata Kunci : Bondek, Multiplek, Perbandingan Biaya Material
ANALISIS PERCEPATAN PROYEK MENGGUNAKAN METODE CRASHING DENGAN PENAMBAHAN JAM KERJA (LEMBUR) (STUDI KASUS: PROYEK REHABILITASI RUMAH JABATAN JL. BASUKI RAHMAT, SAMARINDA) Ammal, Fikri Ihlasul; Syahrudin, Syahrudin; Nuh, Safaruddin M
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.99504

Abstract

Penelitian ini membahas upaya percepatan proyek konstruksi melalui metode crashing dengan penambahan jam kerja (lembur), studi kasus pada Proyek Rehabilitasi Rumah Jabatan di Jalan Basuki Rahmat, Samarinda. Proyek mengalami keterlambatan akumulatif sebesar 8 hari kerja, yang memerlukan strategi percepatan agar target penyelesaian tetap tercapai. Metode yang digunakan adalah analisis Time Cost Trade Off dengan alternatif penambahan jam kerja selama 1, 2, dan 3 jam per hari. Analisis dilakukan menggunakan Microsoft Project dan Excel untuk menentukan jalur kritis, menghitung durasi normal, crash duration, dan crash cost dari pekerjaan-pekerjaan pada jalur kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap alternatif lembur menghasilkan percepatan waktu yang berbeda serta biaya tambahan yang bervariasi, dengan penurunan produktivitas yang dihitung berdasarkan koefisien tertentu. Alternatif lembur paling efisien ditentukan dari kombinasi durasi percepatan dan biaya tambahan terendah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengambilan keputusan teknis dan manajerial terkait percepatan proyek konstruksi di sektor bangunan gedung. Kata kunci : biaya tambahan crashing, jalur kritis, lembur, percepatan proyek, produktivitas, Time Cost Trade Off.
ANALISIS PRODUKTIVITAS PENGGUNAAN ALAT BERAT PADA PEKERJAAN PRESERVASI JALAN RUAS TANJUNG "“ KEMBAYAN "“ BALAI KARANGAN "“ ENTIKONG "“ BTS. SERAWAK Yansen, Anjus Fran; Nuh, Safaruddin M; Syahrudin, Syahrudin
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.99732

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji efektivitas penggunaan alat berat dalam proses pemeliharaan jalan pada jalur Tanjung "“ Kembayan "“ Balai Karangan "“ Entikong "“ Bts. Serawak. Faktor utama yang mempengaruhi efisiensi serta efektivitas proyek konstruksi jalan adalah produktivitas alat berat. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung produktivitas alat berat berdasarkan jumlah pekerjaan dan untuk menentukan kombinasi terbaik dari jenis alat berat yang dipakai agar proyek dapat diselesaikan sesuai dengan rencana waktu. Metodologi yang diadopsi meliputi pengumpulan data primer melalui pengamatan langsung mengenai penggunaan alat berat, termasuk Asphalt Finisher, Asphalt Sprayer, Tandem Roller, Pneumatic Tyred Roller, dan Dump Truck. Selain itu, data sekunder diperoleh dari dokumen proyek dan literatur yang relevan. Analisis dilakukan untuk menghitung siklus kerja, efisiensi alat, serta waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas. Temuan dari penelitian mengindikasikan bahwa produktivitas alat berat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti jenis alat, kondisi lapangan, keterampilan operator, dan jadwal kerja yang diterapkan. Optimalisasi dalam pemilihan alat dan manajemen waktu kerja yang tepat dapat mendorong peningkatan efisiensi proyek dan meminimalkan risiko keterlambatan tugas. Kata Kunci: Pemeliharaan Jalan, Produktivitas, Waktu Kerja. ABSTRACT This study examines the effectiveness of heavy equipment use in road maintenance on the Tanjung "“ Kembayan "“ Balai Karangan "“ Entikong "“ Bts. Serawak route. The main factor affecting the efficiency and effectiveness of road construction projects is heavy equipment productivity. This study aims to calculate heavy equipment productivity based on the volume of work and to determine the optimal combination of heavy equipment types used to ensure the project is completed according to the scheduled timeline. The methodology adopted includes the collection of primary data through direct observation of heavy equipment use, including Asphalt Finishers, Asphalt Sprayers, Tandem Rollers, Pneumatic Tyred Rollers, and Dump Trucks. Additionally, secondary data was obtained from project documents and relevant literature. Analysis was conducted to calculate work cycles, equipment efficiency, and the time required to complete tasks. The findings of the study indicate that heavy equipment productivity is influenced by several factors, such as equipment type, site conditions, operator skills, and the work schedule implemented. Optimization in equipment selection and proper work time management can enhance project efficiency and minimize the risk of task delays. Keywords: Road Maintenance, Productivity, Work Time.
ANALISIS SELISIH VOLUME PEKERJAAN STRUKTUR ANTARA MODEL BIM AUTODESK REVIT, PERHITUNGAN KONVENSIONAL, DAN BOQ Pratama, Yosua Nanda; Lusiana, Lusiana; Nuh, Safaruddin M
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.99388

Abstract

Dunia konstruksi kini bergerak menuju proses yang lebih efisien, akurat, dan digital. Salah satu tahap krusial adalah quantity take-off (QTO), yang berperan dalam estimasi biaya dan penjadwalan. Namun, banyak proyek seperti Rumah Susun Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat masih menggunakan metode konvensional yang memakan waktu dan rentan kesalahan. Sebagai solusi, pendekatan digital melalui Building Information Modelling (BIM) dengan Autodesk Revit memungkinkan perhitungan quantity take-off secara otomatis, cepat, serta presisi. Hasil perbandingan antara metode BIM dan metode konvensional menunjukkan konsistensi volume yang selaras. Sementara itu, perbandingan antara metode BIM dan BoQ memperlihatkan deviasi terbesar pada pekerjaan beton terdapat pada struktur pondasi sebesar 16,67%, pada pekerjaan besi deviasi terbesar terjadi pada pelat lantai sebesar 33,71%, dan pada pekerjaan bekisting deviasi terbesar terdapat pada elemen pelat lantai sebesar 19,68%.