Konsumsi bahan bakar merupakan biaya operasional yang signifikan dalam penambangan terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kuantitatif dari kemiringan jalan (grade) jalan dan jarak angkut terhadap konsumsi bahan bakar pada dua jenis alat angkut, Mitsubishi Fuso 220 dan Hino 500, di PT. Gilgal Batu Alam Lestari. Penelitian dilatarbelakangi oleh adanya inefisiensi bahan bakar yang ekstrem (0,64 km/liter untuk Mitsubishi Fuso 220 dan 0,38 km/liter untuk Hino 500), yang disebabkan oleh kemiringan jalan kritis sebesar 10,35% dan kondisi permukaan yang buruk di sepanjang jarak angkut. Metodologi kuantitatif dengan metode perhitungan rimpul digunakan untuk mengisolasi dan memodelkan pengaruh kedua variabel pada setiap alat angkut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1% grade pada kondisi jalan ideal menambah konsumsi bahan bakar sebesar 0,209 liter/jam (Mitsubishi Fuso 220) dan 0,396 liter/jam (Hino 500). Model prediksi menunjukkan bahwa setiap penambahan 1 km jarak angkut akan meningkatkan konsumsi bahan bakar sebesar 1,437 liter (Mitsubishi Fuso 220) dan 2,434 liter (Hino 500). Skenario perbaikan jalan terbukti meningkatkan efisiensi Fuel Ratio sebesar 47,6% untuk Mitsubishi Fuso 220 dan 41,2% untuk Hino 500.
Copyrights © 2025