Penelitian ini menganalisis perencanaan kapasitas pada proses produksi Pressure Vessel di PT. Boma Bisma Indra (BBI) yang sering mengalami keterlambatan pengiriman meski karyawan bekerja lembur. Permasalahan utama berasal dari sistem perencanaan produksi berbasis make to order tanpa peramalan permintaan jangka panjang dan tanpa evaluasi kesesuaian kapasitas. Metode Rough-Cut Capacity Planning (RCCP) dengan Bill of Labor Approach (BOLA) digunakan untuk menilai ketersediaan kapasitas terhadap Master Production Schedule (MPS). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas kelayakan kapasitas yaitu Load Capacity (LC) bernilai negatif, menandakan kapasitas tersedia tidak mampu memenuhi permintaan. Kondisi ini berimplikasi pada tingginya beban kerja, biaya produksi, serta keterlambatan pengiriman. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan jangka panjang oleh Perusahaan yang mempertimbangkan tren permintaan, ketersediaan bahan baku, efisiensi produksi, serta evaluasi berkala guna mengoptimalkan kapasitas dan meningkatkan ketepatan pengiriman. Perhitungan RCCP dengan pendekatan BOLA di PT. BBI secara langsung mengidentifikasi kesenjangan antara kapasitas total yang dibutuhkan dan kapasitas yang tersedia, sehingga analisis dapat dilakukan secara agregat tanpa perlu memecah per stasiun kerja.
Copyrights © 2025