Kehilangan pasangan hidup karena kematian merupakan peristiwa emosional yang mengguncang dan membawa perubahan besar dalam kehidupan seorang wanita. Bagi mereka yang sebelumnya berbagi peran sebagai istri dan ibu bersama pasangan, kehilangan ini tidak hanya menyisakan duka mendalam, tetapi juga memaksa mereka untuk menjalankan peran baru sebagai orang tua tunggal. Tujuan penelitian ini untuk memahami lebih dalam dinamika psikologis yang dialami wanita single parent setelah ditinggal wafat oleh suaminya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kulalitatif dengan metode fenomenologi yang melibatkan 4 subjek berusia 40-60 tahun yang telah menjalani peran sebagai single parent pasca kematian suami dan memiliki anak sebagai tanggungan. Hasil wawancara menunjukkan adanya perubahan signifikan pada aspek emosional, cara berpikir, dan pola perilaku. Para subjek mengalami kesedihan mendalam, tekanan ekonomi, dan beban sosial, namun mampu menunjukkan dinamika psikologis dengan membangun strategi koping yang mencakup pendekatan religius, kemandirian ekonomi, serta dukungan dari lingkungan sekitar. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun kehilangan pasangan menjadi pengalaman yang berat, proses adaptasi yang dijalani secara bertahap dan bermakna mampu membawa mereka pada kondisi psikologis yang lebih stabil dan fungsional.
Copyrights © 2025