Hipertensi merupakan masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia, yang sering tidak menunjukkan gejala hingga menyebabkan komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung. Di daerah pedesaan, akses terbatas terhadap layanan kesehatan memperburuk masalah ini, mengingat rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat tentang hipertensi. Begitui juga yang terjadi di daerah Desa Mekarsari yang terletak di Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Pola hidup yang tidak sehat menjadi faktor dominan tercetusnya hipertensi. Oleh karena itu pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan mengedukasi masyarakat tentang pola hidup sehat agar terhindar dari hipertensi. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah pendekatan deskriptif dengan analisis kuantitatif, yang dimulai dengan survei mawas diri, menetukan musyawarah masyarakat desa untuk menentukan prioritas, melaksanakan intervensi dan melakukan monitoring dan evaluasi Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada tanggal 18,19 dan 20 februari 2025 di Kantor RW yang dihadiri sejumlah 30 orang. Hasil survei mawas diri menunjukkan bahwa sebagian peserta mengalami hipertensi, yang dapat diidentifikasi melalui pemeriksaan tekanan darah, asam urat, dan kolesterol. Dengan pendidikan yang tepat tentang pola hidup sehat, pengelolaan stres, serta pentingnya pemeriksaan rutin, kesadaran masyarakat akan hipertensi dapat meningkat. Program edukasi yang melibatkan tokoh masyarakat dan menggunakan media lokal diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi dan mengubah perilaku kesehatan masyarakat. Monitoring dan evaluasi secara berkala akan memastikan keberlanjutan dan efektivitas program dalam menurunkan prevalensi hipertensi di masyarakat desa.
Copyrights © 2025