Kemampuan pemecahan masalah merupakan aspek penting dalam pembelajaran matematika karena menuntut siswa untuk mengenali masalah, menganalisis informasi, merancang langkah penyelesaian, dan menerapkan strategi yang tepat untuk menemukan solusi. Namun, hasil studi internasional seperti TIMSS dan PISA menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa Indonesia masih tergolong rendah. Salah satu faktor internal yang memengaruhi hal tersebut adalah kecemasan matematis (math anxiety), yaitu perasaan takut atau tegang yang muncul saat menghadapi aktivitas matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mensintesis berbagai hasil penelitian terrdahulu mengenai pengaruh kecemasan matematis siswa teradap kemampuan pemecahan masalah. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap sumber-sumber ilmiah relevan dalam enam tahun terakhir. Hasil telaah menunjukkan bahwa kecemasan matematis berpengaruh negatif secara signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah di berbagai jenjang pendidikan. Semakin tinggi tingkat kecemasan siswa maka semakin rendah kemampuan pemecahan masalah siswa. Kecemasan ini mengganggu fungsi kognitif seperti memori kerja yang penting dalam proses berpikir logis. Oleh karena itu, disarankan agar guru menerapkan strategi pembelajaran yang menumbuhkan rasa percaya diri dan suasana belajar yang menyenangkan untuk menekan kecemasan serta meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa.
Copyrights © 2025