Potensi serangan siber yang semakin kompleks memberikan dampak peningkatan kejahatan di ruang siber dengan \textit{initial access} pada pengguna perangkat digital. Aplikasi whatsapp sebagai produk perkembangan teknologi memberikan ruang baru bagi penjahat siber untuk melakukan penipuan \textit{online} dan pencurian informasi. Untuk mengatasi masalah ini, sebuah inisiatif Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta bersama Desa Mitra, Kalurahan Bangunjiwo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan pendampingan untuk peningkatan kesadaran tentang ancaman ruang siber dan melatih warga tentang langkah-langkah keamanan dasar, seperti \textit{Multi Factor Authentication} (MFA) dan \textit{Two-step Verification}. Inisiatif ini terdiri dari beberapa fase, termasuk koordinasi, observasi, sosialisasi, evaluasi, dan pelaporan, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang praktik keamanan siber. Sebagai hasil dari program ini, para peserta menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan mereka tentang ancaman serangan siber dan penerapan langkah-langkah keamanan. Upaya penting dalam pendidikan dan dukungan berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi kejahatan siber. Selain itu inisiatif yang berkelanjutan sangat penting untuk menjaga kesadaran dan melindungi warga di ruang siber. Inisiatif ini tidak hanya memberdayakan masyarakat dengan informasi penting tetapi juga menumbuhkan pendekatan proaktif terhadap keamanan siber dengan harapan kontribusi pada ruang siber yang lebih aman bagi masyarakat.
Copyrights © 2025