Penurunan kandungan karbon organik dalam tanah sering kali menjadi dampak dari penerapan praktik budidaya yang kurang ramah lingkungan di agroekosistem salah satunya adalah lahan perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi praktik budidaya yang diterapkan di berbagai perkebunan di Sub DAS Tuntang, mengetahui kandungan karbon organik tanah, serta menganalisis hubungan antara praktik budidaya dengan kandungan karbon organik tanah. Penelitian dilakukan melalui survei lapangan di 41 titik sampel menggunakan metode stratified random sampling, disertai observasi agroekosistem dan wawancara petani. Analisis hubungan antara praktik budidaya dengan kandungan SOC dilakukan menggunakan Fisher's Exact Test. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar praktik budidaya seperti pemupukan, pola tanam, pengolahan tanah, penutup tanah, dan pengendalian hama tidak memiliki hubungan signifikan dengan kandungan karbon organik tanah. Namun, pengelolaan sisa tanaman dengan membiarkannya terurai secara alami terbukti memiliki hubungan signifikan dalam meningkatkan kandungan karbon organik tanah. Temuan ini menunjukkan bahwa retensi residu tanaman merupakan strategi yang efektif untuk memperbaiki kualitas tanah sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim di lahan perkebunan.
Copyrights © 2025