WHO (2020) mencatat terjadi fraktur sekitar 13 juta orang dengan angka prevalensi sebesar 2,7%. Setiap tahun 10 juta penduduk Amerika mengalami trauma dan 10% memerlukan tindakan medis, 12% membutuhkan perawatan di rumah sakit. Data di Indonesia kasus fraktur sebanyak 1,775 orang (3,8%) dari 14.127 trauma benda tajam atau benda tumpul yang mengalami fraktur sebanyak 236 orang (1,7%). Penyebab cedera terbanyak yaitu akibat kecelakaan lalu lintas (2,2%), kecelakaan sepeda motor (72,7%), cedera menumpang sepeda motor (19,2%), mengendarai mobil (1,2%), menumpang mobil (1,3%), naik kendaraan tidak bermesin (2,7%), dan pejalan kaki (4,3%). Mengetahui efektivitas dukungan keluarga dengan efikasi diri terhadap aktivitas pada pasien fraktur ekstremitas bawah. Analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian pasien fraktur ekstremitas bawah yang berobat di YPPT Gurusinga pada bulan November - Desember 2022 sebanyak 98 orang, teknik pemgambilan sampel secara Random Sampling. Mayoritas responden aktivitasnya dibantu oleh keluarga 90,8%, mendapatkan dukungan dari keluarga 86,7% dan efikasi diri tinggi 92,1% Adanya efektivitas dukungan keluarga terhadap aktivitas pada pasien fraktur ekstremitas bawah dengan nilai p value 0,002. Adanya efektivitas efikasi diri terhadap aktivitas pada pasien fraktur ekstremitas bawah dengan nilai p value 0,016. Adanya efektivitas dukungan keluarga dan efikasi diri terhadap aktivitas pada pasien fraktur ekstremitas bawah.
Copyrights © 2025