Perkembangan teknologi membuat semakin kompleksnya pemilihan smartphone flagship yang sesuai dengan kebutuhan pengguna di tengah beragamnya pilihan dengan spesifikasi serupa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan dua metode pengambilan keputusan, yaitu Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Simple Additive Weighting (SAW), guna menentukan smartphone flagship terbaik. Metode AHP digunakan untuk mengidentifikasi bobot kriteria melalui perbandingan berpasangan, sedangkan SAW menggabungkan bobot kriteria yang telah ditentukan dengan nilai kinerja masing-masing alternatif. Metode penelitian meliputi pengumpulan data dari literatur serta situs teknologi untuk menentukan kriteria utama, seperti harga, kamera, baterai, RAM, storage, dan layar. Metode AHP mengkalkulasi bobot kriteria melalui matriks berpasangan, sementara SAW menggunakan bobot yang sudah ditentukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua metode secara konsisten memilih smartphone dengan peringkat tertinggi dan terendah yang sama, yaitu alternatif A5 sebagai yang terbaik dan A1 sebagai terendah, meskipun terdapat perbedaan kecil dalam urutan alternatif lainnya.
Copyrights © 2025