Pertanian merupakan sektor vital bagi masyarakat pedesaan, khususnya di Nagari Selayo Tanang Bukit Sileh, Kabupaten Solok, yang mengandalkan tanaman cabai sebagai komoditas utama. Namun, ketidakpastian kondisi lingkungan seperti kadar karbon dioksida (CO₂), curah hujan, suhu, dan kelembapan sering menyulitkan petani dalam menentukan masa tanam yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan membangun sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat memberikan rekomendasi masa tanam cabai berdasarkan parameter lingkungan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah logika fuzzy dengan model fuzzy database Tahani untuk mengolah data yang diperoleh dari sensor MQ-135 (CO₂), sensor raindrop (curah hujan), dan sensor DHT11 (suhu dan kelembapan). Data dikirimkan secara real-time menggunakan modul ESP8266 dan disimpan pada platform cloud. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu memantau kondisi lingkungan dengan akurasi cukup baik dan menghasilkan rekomendasi masa tanam yang sesuai dengan kondisi aktual di lapangan. Pembahasan menunjukkan bahwa metode fuzzy logic efektif dalam mengakomodasi data yang bersifat kabur, sehingga mampu memberikan hasil yang fleksibel dan mendekati kenyataan. Kesimpulannya, sistem ini dapat menjadi solusi praktis dan adaptif untuk membantu petani dalam pengambilan keputusan waktu tanam, serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian di daerah tersebut.
Copyrights © 2025