Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada rasionalitas ekonomi peternak sapi di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Surakarta. Melalui pendekatan riset partisipatif dengan metode etnografi kualitatif, data dikumpulkan melalui dokumentasi, wawancara mendalam, dan observasi partisipatif. Kegiatan ini menggunakan kerangka materialisme kultural Marvin Harris untuk memahami bagaimana faktor ekologis dan ekonomi membentuk praktik beternak warga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa praktik beternak sapi di area TPA merupakan strategi adaptif masyarakat dalam menghadapi keterbatasan lahan dan tingginya biaya pakan. Pemanfaatan sampah organik sebagai sumber pakan utama menurunkan biaya produksi, meskipun memiliki risiko kesehatan ternak. Melalui pendampingan, masyarakat didorong mengembangkan inovasi pakan fermentasi dan kombinasi hijauan alami sebagai upaya peningkatan kualitas produksi dan kesejahteraan ternak. Selain itu, keberadaan blantik sebagai mediator pasar memperlihatkan pentingnya jejaring sosial ekonomi lokal dalam memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga. Kegiatan ini menegaskan bahwa praktik beternak di TPA bukan sekadar pilihan bertahan hidup, melainkan bentuk rasionalitas ekonomi dan inovasi lokal yang dapat dikembangkan melalui pendekatan pemberdayaan berbasis riset dan ekologi masyarakat.
Copyrights © 2025